Misteri Nyi Roro Kidul & 12 Kerajaan Gaib di Gua Matu, Pesisir Barat Lampung

goa matu lampung

Nama “Gua Matu” sendiri memiliki makna yang mendalam. “Matu” dalam bahasa setempat berarti batu, yang mengacu pada gua yang ditemukan oleh kakek moyang Makmur, Sawaluddin, pada masa penjajahan Inggris. Sawaluddin menemukan gua ini setelah melakukan semedi di dalamnya. Saat itu, ia bertemu dengan Tuyuk Dewa Pangeran Hyang, yang memimpin 12 Kerajaan Matu, serta istrinya, Permaisuri Ratu Putri Gudung Sakti, dan panglimanya, Poyang Panglima Haji Saleh.

Ketika pengunjung tiba di depan gua, mereka tidak bisa masuk begitu saja. Juru kunci Gua Matu akan meminta izin terlebih dahulu kepada makhluk gaib yang dianggap tinggal di dalam gua. Jika izin diberikan, baru pengunjung diperbolehkan memasuki gua. Suasana di dalam gua sangatlah mencekam. Bau khas dari kotoran kelelawar yang menyengat dan kegelapan di dalam gua menciptakan kesan mistis yang sangat kuat.

Bacaan Lainnya

Pengunjung akan dibawa berputar dari tempat pertama masuk gua, yang merupakan jendela, hingga keluar melalui pintu utama gua yang langsung menghadap ke laut lepas. Di sisi lain, pengunjung tidak diperbolehkan masuk lebih dalam karena alasan keselamatan. Menurut juru kunci, makhluk gaib ini seringkali muncul dalam bentuk ular, biawak, dan kelelawar.

Untuk mengunjungi Gua Matu, wisatawan diharapkan menjaga etika dan tata krama, serta berbicara dengan sopan. Hal ini dikarenakan percaya bahwa perilaku kasar atau ucapan kotor dapat mengganggu makhluk gaib yang tinggal di gua. Selain itu, berhati-hatilah selama kunjungan agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan.

READ  Memecahkan Misteri Kalender Maya: Koneksi dengan Planet-Planet dan Tzolk'in

Budaya dan Kehormatan Terhadap Alam dan Makhluk Gaib

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *